Pioner Pameran Seni Rupa, PGSD Punya…!
Februari yang acap kali dikatakan
sebagai bulan cinta, kini menjadi bulan penuh warna oleh mahasiswa PGSD IKIP
PGRI Semarang. Tepat di tanggal 5-6 Februari 2014, PGSD menyuguhkan
kreatifitasnya melalui Pameran Seni Rupa & PGSD Talent dengan tema
“Apresiasi Karya Seni Sebagai Wadah Kreatifitas Mahasiswa PGSD Guna
Meningkatkan Potensi Calon Guru Yang Berkarakter”. Acara yang diadakan di
Gedung Pusat Lantai tujuh tersebut diadakan sebagai tindak lanjut dari mata
kuliah Seni Rupa yang menyajikan hasil karya seni rupa dalam bentuk dua dimensi
dan tiga dimensi.
Pameran yang diadakan selama dua hari
tersebut adalah bentuk apresiasi dunia seni, khususnya seni rupa yang juga
diadakan sebagai penempaan keterampilan calon guru untuk mampu bersaing sesuai
dengan tuntutan perkembangan zaman, meningkatkan kemampuan calon guru yang
tidak hanya sekadar pintar dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan
(afektif) yang mumpuni. Hal ini diamini oleh Dr. Muhdi, S.H, M.Hum dalam
pidatonya “ … adalah kegiatan yang baik, agar guru tidak menyalahkan anak jika
menggambar langit berwarna oranye, bahwasanya langit tidak hanya berwarna biru
tetapi juga ada senja yang berhak dilukiskan.”
Dengan dipukulnya gong, Pameran Seni Rupa & PGSD Talent resmi
dibuka oleh rektor IKIP PGRI Semarang. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri
oleh Waki Rektor 3 Drs. Supriyono P. S, M. Hum, Dekan FIP Dr. M.Th. S.R.
Retnaningdyastuti, M.Pd, Kaprodi PGSD Drs. Djariyo, M.Pd. serta dosen-dosen dari
berbagai jurusan yang bangga dengan mahasiswa PGSD yang mampu menjadi pioner
terselenggaranya pameran seni rupa di IKIP PGRI Semarang. Bahkan begitu
bangganya, acara serupa akan diadakan setiap tahun dan akan diikuti jejaknya
oleh prodi lainnya. Penyanjungan dan pujian tak hanya berhenti di sini,
beberapa lukisan dan karya seni rupa yang terpajang telah dilirik oleh pihak
kampus untuk diabadikan di dinding-dinding pihak institut yang akan beralih
menjadi universitas ini.
Tidak hanya puas dan tuntas dalam sehari, pameran seni rupa
yang juga dibarengi dengan PGSD Talent
berlanjut di hari kedua. Setelah penyaringan di hari pertama, pencarian
bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh mahasiswa PGSD seperti bernyanyi, stand up comedy, permainan instrumen
musik, dan masih banyak yang lainnya akhirnya mengumumkan juara I Ristiyan dari
kelas 5F, Juara II Enggar dan Dimas dari kelas 5A, Juara III dari kelas 5D band
Akustik, dan juara favorit diraih oleh Nur Lutfiana A`yun dari kelas 3G setelah
masuk di babak enam besar. Di hari yang sama pula, Andreas Subardjo, S.Pd, seniman
tingkat internasional hadir untuk membagi ilmu dalam agenda bincang-bincang
bersama selama hampir tiga jam lamanya sambil praktek menggambar langsung oleh
mahasiswa. Beliau mengapresiasi betul dan kagum bahwa calon guru yang ada di
IKIP PGRI Semarang berbeda dengan guru-guru yang ada di satuan pendidikan yang
ada saat ini, tidak hanya menggambar dua gunung dengan terbitan matahari,
tetapi telah mampu merimaji yang terejawantahkan dalam sketsa penuh warna
dihadapannya.
Acara yang telah digarap selama hampir satu bulan penuh ini
berakhir dengan penuh suka cita dengan penghargaan lukisan terbaik jatuh kepada
kelas 5H, kolase terbaik didapat oleh 5J. M. Khoirul Umam selaku ketua panitia
kegiatan Pemeran ini mengaku bangga kepada segenap panitia yang telah membantu suksesnya
salah satu acara besar PGSD sekaligus yang pertama dilaksanakan Prodi PGSD. Ia
berharap pada tahun-tahun berikutnya apresiasi terhadap seni seperti ini harus
terus ditingkatkan mahasiswa PGSD agar kelak dapat diajarkan kepada anak didik
saat mengajar.
Kemampuan dan pengetahuan yang meningkat dari calon-calon guru sudah seyogyanya mampu melahirkan calon penerus bangsa yang lebih baik. Sebagai dasar dari pendidikan untuk putra-putri Indonesia, guru sekolah dasar perlu dipersiapkan dengan penggodokan yangmatang demimasa depan.
Terbit:
Irawati, Arini Septiyan, 2014. Suara Kampus: Edisi Januari - Februari. IKIP PGRI Semarang, hlm 09.
Irawati, Arini Septiyan, 2014. Suara Kampus: Edisi Januari - Februari. IKIP PGRI Semarang, hlm 09.
*melalui editan penulis


0 komentar: