Pioner Pameran Seni Rupa, PGSD Punya…!

18.12 Arini S Irawati 0 Comments


          Selamat datang Februari.

          Februari yang acap kali dikatakan sebagai bulan cinta, kini menjadi bulan penuh warna oleh mahasiswa PGSD IKIP PGRI Semarang. Tepat di tanggal 5-6 Februari 2014, PGSD menyuguhkan kreatifitasnya melalui Pameran Seni Rupa & PGSD Talent dengan tema “Apresiasi Karya Seni Sebagai Wadah Kreatifitas Mahasiswa PGSD Guna Meningkatkan Potensi Calon Guru Yang Berkarakter”. Acara yang diadakan di Gedung Pusat Lantai tujuh tersebut diadakan sebagai tindak lanjut dari mata kuliah Seni Rupa yang menyajikan hasil karya seni rupa dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi.

          Pameran yang diadakan selama dua hari tersebut adalah bentuk apresiasi dunia seni, khususnya seni rupa yang juga diadakan sebagai penempaan keterampilan calon guru untuk mampu bersaing sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, meningkatkan kemampuan calon guru yang tidak hanya sekadar pintar dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan (afektif) yang mumpuni. Hal ini diamini oleh Dr. Muhdi, S.H, M.Hum dalam pidatonya “ … adalah kegiatan yang baik, agar guru tidak menyalahkan anak jika menggambar langit berwarna oranye, bahwasanya langit tidak hanya berwarna biru tetapi juga ada senja yang berhak dilukiskan.”

Dengan dipukulnya gong, Pameran Seni Rupa & PGSD Talent resmi dibuka oleh rektor IKIP PGRI Semarang. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Waki Rektor 3 Drs. Supriyono P. S, M. Hum, Dekan FIP Dr. M.Th. S.R. Retnaningdyastuti, M.Pd, Kaprodi PGSD Drs. Djariyo, M.Pd. serta dosen-dosen dari berbagai jurusan yang bangga dengan mahasiswa PGSD yang mampu menjadi pioner terselenggaranya pameran seni rupa di IKIP PGRI Semarang. Bahkan begitu bangganya, acara serupa akan diadakan setiap tahun dan akan diikuti jejaknya oleh prodi lainnya. Penyanjungan dan pujian tak hanya berhenti di sini, beberapa lukisan dan karya seni rupa yang terpajang telah dilirik oleh pihak kampus untuk diabadikan di dinding-dinding pihak institut yang akan beralih menjadi universitas ini.

Tidak hanya puas dan tuntas dalam sehari, pameran seni rupa yang juga dibarengi dengan PGSD Talent berlanjut di hari kedua. Setelah penyaringan di hari pertama, pencarian bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh mahasiswa PGSD seperti bernyanyi, stand up comedy, permainan instrumen musik, dan masih banyak yang lainnya akhirnya mengumumkan juara I Ristiyan dari kelas 5F, Juara II Enggar dan Dimas dari kelas 5A, Juara III dari kelas 5D band Akustik, dan juara favorit diraih oleh Nur Lutfiana A`yun dari kelas 3G setelah masuk di babak enam besar. Di hari yang sama pula, Andreas Subardjo, S.Pd, seniman tingkat internasional hadir untuk membagi ilmu dalam agenda bincang-bincang bersama selama hampir tiga jam lamanya sambil praktek menggambar langsung oleh mahasiswa. Beliau mengapresiasi betul dan kagum bahwa calon guru yang ada di IKIP PGRI Semarang berbeda dengan guru-guru yang ada di satuan pendidikan yang ada saat ini, tidak hanya menggambar dua gunung dengan terbitan matahari, tetapi telah mampu merimaji yang terejawantahkan dalam sketsa penuh warna dihadapannya.

Acara yang telah digarap selama hampir satu bulan penuh ini berakhir dengan penuh suka cita dengan penghargaan lukisan terbaik jatuh kepada kelas 5H, kolase terbaik didapat oleh 5J. M. Khoirul Umam selaku ketua panitia kegiatan Pemeran ini mengaku bangga kepada segenap panitia yang telah membantu suksesnya salah satu acara besar PGSD sekaligus yang pertama dilaksanakan Prodi PGSD. Ia berharap pada tahun-tahun berikutnya apresiasi terhadap seni seperti ini harus terus ditingkatkan mahasiswa PGSD agar kelak dapat diajarkan kepada anak didik saat mengajar.

Kemampuan dan pengetahuan yang meningkat dari calon-calon guru sudah seyogyanya mampu melahirkan calon penerus bangsa yang lebih baik. Sebagai dasar dari pendidikan untuk putra-putri Indonesia, guru sekolah dasar perlu dipersiapkan dengan penggodokan yangmatang demimasa depan. 

Terbit:
Irawati, Arini Septiyan, 2014. Suara Kampus: Edisi Januari - Februari. IKIP PGRI Semarang, hlm 09.

*melalui editan penulis

You Might Also Like

0 komentar: