Alkisah terjadilah peperangan antar kerajaan. Raja Prambanan yang kalah berperang melawan Bandung Bondowoso gugur meninggalkan putri nan jelita bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso dari kerajaan Pengging berniat menyunting Roro Jonggrang untuk menguasai kerajaan Prambanan.
Namun, Roro Jonggrang menolak mentah-mentah lamaran Bandung Bondowoso. Akibatnya ia pun dikurung di dalam istana, bersama Bi Sumi dan dayang-dayang lain.
Hari berlalu silih berganti, Bandung Bondowoso terus meluluhkan hati Roro Jonggrang untuk menikah dengannya. Roro Jonggrang pun lelah mendengar permintaan tersebut dan mengatur taktik.
"Aku bersedia menjadi permaisurimu, dengan satu syarat, bila berhasil mewujudkannya. Namun jika gagal, izinkanlah aku pergi dari sini," kata Roro Jonggrang pada Bandung Bondowoso.
"Aku pasti mewujudkan syaratmu. Jika gagal, aku yang akan mengembalikan kerajaan ini padamu," tegas Bandung Bondowoso menjawab.
"Baiklah aku melihat tekadmu kuat. Maka buatkan aku seribu candi, semuanya harus selesai sebelum matahari terbit," ujarnya.
Bandung Bondowoso memutar otak untuk dapat memenuhi sayarat yang diajukan Roro Jonggrang. Ia pun teringat pasukan jin. Membangun seribu candi dalam waktu semalam tentu perkara kecil bagi bangsa jin. Bandung Bondowoso pun memanggil mereka.
"Kami bersedia membantumu, tapi ingatlah waktu kami hanya sampai fajar menyingsing di ufuk timur," kata bangsa Jin
Dalam waktu singkat, bangunan candi mulai tampak. Roro Jonggrang pun panik dan gelisah.
"Bi Sumi, apa yang harus aku lakukan? Lihatlah, candi-candi hampir siap," kata Roro Jonggrang pada Bi Sumi di dalam istana.
Bi Sumi mulai berpikir dan menemukan suatu ide. Diperintahkannya dayang-dayang istana dan pengawal setia kerajaan Prambanan untuk mengumpulkan jerami dari berbagai sawah.
Bi Sumi menempelkan telunjuknya di bibir dan berbisik pada Roro Jonggrang, "Kita akan membakar jerami, sehingga langit terkesan menjadi merah, pertanda matahari sudah terbit," katanya.
Bi Sumi juga memerintahkan para dayang untuk menumbuk lesung. Ayam-ayam berkokok keras mendengar suara lesung bertalu-talu dan semburat merah di langit.
"Kukuruyukk...kukuruyukkk..."
"Kami harus pergi!" teriak para jin sambil bergegas pergi mendengar kokok ayam.
Bandung Bondowoso tertegun dan yakin seribu candi telah selesai dibangun. Ia mencari Roro Jonggrang untuk memperlihatkan candi-candi tersebut.
"997, 998, 999, dan.... jumlahnya kurang satu!" kata Roro Jonggrang.
Bandung Bondowoso tak percaya dan menghitungnya sendiri. Benar adanya, candi hanya berjumlah 999.
"Ini tidak mungkin. Aku tak pernah kalah dalam hal apapun!" Murka Bandung Bondowoso.
"Tapi jumlahnya memang kurang satu. Kau harus menepati janjimu," kata Roro Jonggrang yang mulai ketakutan.
"Jika memang candi ini berjumlah 999, maka sempurnakanlah menjadi seribu. Jadilah kau patung batu wahai Roro Jonggrang!" Sabda Bandung Bondowoso.
Hingga sekarang, candi-candi tersebut disebut sewu candi komplek candi Prambanan masih berdiri megah di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Kisah Roro Jonggrang turun temurun menjadi cerita rakyat yang melegenda.