Resensi: Horor dan Fantasi

20.18 Arini S Irawati 0 Comments



Judul: Ghost Rider (Spirit of Vengeance)
Sutradara: Neveldine/ Taylor
Durasi: 150 menit
Naskah: David S Gover
Produksi: Columbia Pictures Industries
Tahun: 2012

Bergembiralah anda para pecinta film action, pasalnya tahun 2012 ini Columbia Pictures menggarap lanjutan film Ghost Rider. Film yang pernah menjadi top chart di box office movie Hollywood tersebut, kini berlanjut dengan seri Spirit of Vengeance (roh balas dendam). 

Film yang menceritakan tentang perjanjian dengan setan dan keinginan Johny Blaze (Nicolas Cage) untuk mengangkat kutukan yang selama ini bersemayam pada tubuhnya. Pengangkatan Zara (Roh Ghost Rider) dilakukan dengan cara pengorbanan titisan sang Setan, yaitu Danny (Fegus Reordan). Rencana ini disampaikan oleh Moureau (Idris Elba) sebagai pengabdiannya pada gereja kristen tua di Eropa Timur. Di luar dugaan setelah berkejar-kejaran antara Carrigan (Johnny Whitwort) dengan pesuruh setan Roarke (Ciaran Hins) demi memperebutkan Danny, Moureau ternyata ditipu oleh pendeta Benedict (Anthony Head). Roh Danny yang dijanjikan akan dibebaskan bersama roh Jhonny Blaze ternyata tidak terlaksana. Pembebasan dilakukan tunggal oleh Johnny Blaze pada roh Zara-nya. 

Keadaan semakin rumit dengan jatuhnya Danny di tangan Roarke untuk melangsungkan ritual kelahiran Raja Setan baru. Ritual pemindahan roh ini harus digagalkan oleh Nadya (Violante Placid), sang Ibu yang tidak ingin kehilangan anaknya. Kendala semakin bertambah karena kekuatan Ghost Rider telah lenyap, dan pihak lawan Carrigan, tangan kanan Roarke memiliki bagian dari kekuatan si Setan.

Film yang mengambil genre horror action ini disuguhkan dengan kemasan animasi yang kian ciamik sehingga menambah daya tarik penonton bioskop tentunya. Selain itu, pengambilan film tidak didominasi dengan latar-latar Vatikan seperti film pada umumnya, tetapi mengambil setting di Eropa Timur dan Turki. Hal ini menjadi salah satu penyegaran mata untuk film Ghost Rider yang kedua.

Sayangnya, film yang berdurasi 150 menit ini kurang begitu mengeksplor aksi pertarungan dan dramatisir pada bagian-bagian film yang justru dapat memperkuat cerita. Hal ini mengurangi kelarutan perasaan penonton dalam menikmati film. Agaknya naskah yang ditulis oleh David S Gover perlu ditinjau ulang.

Terlepas dari semuanya, film ini tetaplah tontonan yang menarik untuk mengisi daftar film bagi penikmat film barat. Dan Nicolas Cage, tentu bukan aktor kencur dalam produksi layar lebar Hollywood, sudah tentu fans akan menyerbu karya teranyarnya. Nicolas Cage juga dapat dibilang menjadi salah satu daya jual yang dilancarkan oleh Steven Paul selaku produser.

Film penuh inaji ini, akan memanjakan kita pada khayalan-khayalan tentang kehidupan, dosa, surga, neraka yang ditautkan pada era modern penuh teknologi mutakhir. Walau masih sedikit pengaburan pada inti cerita, namun film ini sukses menghadirkan fantasi pertarungan yang siap mengisi waktu kosong anda. 

Terbit:
Irawati, Arini Septiyan, 2012. Suara Kampus: Edisi Nopember. IKIP PGRI Semarang, hlm 13.
*melalui editan penulis

You Might Also Like

0 komentar: