Resensi: Horor dan Fantasi
Judul: Ghost Rider
(Spirit of Vengeance)
Sutradara:
Neveldine/ Taylor
Durasi: 150 menit
Naskah: David S
Gover
Produksi: Columbia
Pictures Industries
Tahun: 2012
Bergembiralah anda
para pecinta film action, pasalnya tahun 2012 ini Columbia Pictures menggarap
lanjutan film Ghost Rider. Film yang pernah menjadi top chart di box
office movie Hollywood
tersebut, kini berlanjut dengan seri Spirit
of Vengeance (roh balas
dendam).
Film yang
menceritakan tentang perjanjian dengan setan dan keinginan Johny Blaze (Nicolas
Cage) untuk mengangkat kutukan yang selama ini bersemayam pada tubuhnya.
Pengangkatan Zara (Roh Ghost Rider) dilakukan dengan cara pengorbanan titisan
sang Setan, yaitu Danny (Fegus Reordan). Rencana ini disampaikan oleh Moureau
(Idris Elba) sebagai pengabdiannya pada gereja kristen tua di Eropa Timur. Di
luar dugaan setelah berkejar-kejaran antara Carrigan (Johnny Whitwort) dengan
pesuruh setan Roarke (Ciaran Hins) demi memperebutkan Danny, Moureau ternyata
ditipu oleh pendeta Benedict (Anthony Head). Roh Danny yang dijanjikan akan
dibebaskan bersama roh Jhonny Blaze ternyata tidak terlaksana. Pembebasan
dilakukan tunggal oleh Johnny Blaze pada roh Zara-nya.
Keadaan semakin
rumit dengan jatuhnya Danny di tangan Roarke untuk melangsungkan ritual
kelahiran Raja Setan baru. Ritual pemindahan roh ini harus digagalkan oleh Nadya
(Violante Placid), sang Ibu yang tidak ingin kehilangan anaknya. Kendala
semakin bertambah karena kekuatan Ghost Rider telah lenyap, dan pihak lawan
Carrigan, tangan kanan Roarke memiliki bagian dari kekuatan si Setan.
Film yang mengambil
genre horror action ini
disuguhkan dengan kemasan animasi yang kian ciamik sehingga menambah daya tarik
penonton bioskop tentunya. Selain itu, pengambilan film tidak didominasi dengan
latar-latar Vatikan seperti film pada umumnya, tetapi mengambil setting di Eropa Timur dan Turki. Hal ini
menjadi salah satu penyegaran mata untuk film Ghost Rider yang kedua.
Sayangnya, film
yang berdurasi 150 menit ini kurang begitu mengeksplor aksi pertarungan dan
dramatisir pada bagian-bagian film yang justru dapat memperkuat cerita. Hal ini
mengurangi kelarutan perasaan penonton dalam menikmati film. Agaknya naskah
yang ditulis oleh David S Gover perlu ditinjau ulang.
Terlepas dari
semuanya, film ini tetaplah tontonan yang menarik untuk mengisi daftar film
bagi penikmat film barat. Dan Nicolas Cage, tentu bukan aktor kencur dalam
produksi layar lebar Hollywood, sudah tentu fans akan menyerbu karya
teranyarnya. Nicolas Cage juga dapat dibilang menjadi salah satu daya jual yang
dilancarkan oleh Steven Paul selaku produser.
Film penuh inaji
ini, akan memanjakan kita pada khayalan-khayalan tentang kehidupan, dosa,
surga, neraka yang ditautkan pada era modern penuh teknologi mutakhir. Walau
masih sedikit pengaburan pada inti cerita, namun film ini sukses menghadirkan
fantasi pertarungan yang siap mengisi waktu kosong anda.
Terbit:
Irawati, Arini Septiyan, 2012. Suara Kampus: Edisi Nopember. IKIP PGRI Semarang, hlm 13.
*melalui editan penulis


0 komentar: