Dunia Apresiasi Bagi Anak: Pembelajaran Daring No Boring
Gambar: balairungpressDi tahun 2020, tidak
ada yang menyangka bahwa musibah akan melanda. Bukan hanya sebatas wilayah
regional tetapi hampir semua negara di dunia mengalaminya. Wabah virus atau
corona bukan hanya menjadikan kerugian kecil sebagian negara, bahkan masuk ke
dalam kejadian luar biasa dunia atau bisa kita sebut dengan pandemi. Dampak
yang ditimbulkan dari pandemi COVID-19 tidak hanya mempengaruhi bidang ekonomi
namun juga bidang politik, budaya, kesehatan, dan pendidikan.
Di bidang pendidikan,
virus COVID-19 menjadikan kegiatan belajar mengajar terkendala. Demi menjaga
penyebaran virus COVID-19, pemerintah memberlakukan social distancing atau jarak sosial dengan membatasi gerak setiap
warga Negara. Hal tersebut dijelaskan melalui Surat edaran Nomor 4 Tahun 2020,
yaitu tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran
Coronavirus Disease (COVID-19), tertanggal 24 Maret 2020. Tepatnya ada 6 (enam)
kebijakan yang dipaparkan dengan jelas. Namun yang paling mendasar ialah
perubahan cara belajar mengajar peserta didik dan pendidik yaitu kebijakan
belajar dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan kebijakan baru
ini pendidik diharapkan dapat mencari pola yang tepat bagaimana pembelajaran
dari rumah itu bisa dilakukan dengan baik. Jalan yang terbaik yaitu melakukan
atau mengupayakan pembelajaran berbasis dalam jaringan dengan menggunakan learning management system (LMS), dengan
nama lain pembelajaran daring (online
learning).
Di satu sisi
pembelajaran daring menekan risiko penyebaran virus, namun disisi lain dalam pelaksanaannya
ditemukan berbagai kendala. Salah satunya yakni pembelajaran daring membatasi
ruang gerak anak. Anak sekolah dasar usia 6-12 tahun secara psikoemosional
perkembangan anak berada pada masa untuk mengenal lingkungan, mencoba, dan
mengembangkan dengan aktif minat dan bakat yang dimiliki melalui interaksi
sosial secara langsung. Sedangkan pembelajaran daring menjadikan peserta didik
bertemu dengan pendidik secara virtual. Kegiatan ini terus menerus akan
menciptakan suasana belajar yang monoton, jenuh, dan mengganggu konsentrasi
karena tidak adanya kondisi kelas dengan aturan dan pakem mendisiplinkan anak.
Maka timbul permasalahan baru yakni turunnya motivasi belajar pada peserta
didik. Maka dibutuhkan inovasi dan variasi pembelajaran sesuai perkembangan
zaman agar motivasi belajar anak tetap terjaga.
Beberapa teori menyebutkan
seperti Djamarah (2011), motivasi adalah dorongan yang dilakukan individu untuk
mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk
mencapai tujuan. Perubahan energi dalam diri seseorang itu berbentuk suatu
aktivitas nyata berupa fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dari
aktifitasnya, maka seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapai dengan
segala upaya yang dapat dia lakukan untuk mencapainya. Sadirman (2014)
mengatakan bahwa dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai
keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan
kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan
yang diinginkan dapat tercapai.
Guna meningkatkan
motivasi belajar peserta didik di masa pandemi COVID-19 pendidik mencoba
beralih dari media konvensional ke media digital dengan perkembangan teknologi
mutakhir salah satunya yakni melalui media quizizz.
Mengapa
Quizizz?
Quizizz merupakan salah
satu media pembelajaran berbasis digital yang terdiri dari fitur kuis, survai,
permainan, maupun diskusi. Aplikasi quizizz dideskripsikan sebagai sebuah web tool untuk membuat kuis interaktif
yang dapat dijalankan menggunakan gawai yang diakses melalui website www.quizizz.com.
Quizizz memungkinkan pendidik membuat suatu penilaian formatif yang dikemas
secara menarik serupa permainan dengan visual warna dan suara seolah
menjalankan permainan, dalam quizizz juga terdapat fitur tambahan berupa alat
bantuan, bonus penambahan skor, dan konten lainnya untuk peserta didik. Dalam
aplikasi menampilkan hasil dari setiap soal yang telah dikerjakan peserta didik
melalui tampilan peringkat berdasarkan jumlah jawaban yang benar. Pendidik
dapat mengunduh hasil penilaian formatif ke dalam bentuk excel untuk memudahkan
penilaian. Aplikasi quizizz juga menyediakan ruang untuk membuat kelas maya.
Hal ini akan memudahkan kegiatan belajar mengajar untuk mengelola kelas maya
setiap kali mengadakan pertemuan.
Dunia
Apresiasi
Dalam media Quizizz
peserta didik sudah disambut dengan fitur warna yang menarik dan musik
pengiring yang mendorong semangat untuk menyelesaikan “game”. Selain itu terdapat tujuan yang jelas dari awal yakni
menyelesaikan misi dengan menjawab soal yang akan dikonversi dengan skor pada
jawaban yang diberikan. Skor inilah yang dibangun untuk meningkatkan jiwa
kompetitif pada setiap anak agar dapat menjadi juara.
Terdapat panduan yang
jelas bagaimana pengoperasian “game”
untuk memulai hingga menyelesaikannya. Jika berhasil menjawab dengan benar dan
tepat waktu diberikan bonus skor tambahan, suara tepuk tangan seperti perayaan
untuk memenuhi rasa bangga peserta didik. Dalam perjalanan misi terdapat
perlengkapan layaknya senjata berupa bantuan untuk mengulang jawaban salah.
Menjadikan anak belajar dari kesalahan dan merasa diberikan kesempatan kedua
untuk memperbaiki kesalahan. Berbeda dengan kenyataan di lingkungan peserta
didik yang biasanya mendapat hinaan, cacian, bahkan hukuman saat melakukan
kesalahan.
Di akhir “game” selebrasi akan terasa meriah
dengan adanya apreasi yang lebih dan lebih lagi. Apresiasi diberikan dengan
skor dan gambar medali sebagai bentuk pencapaian mission completed. Hal ini akan memberikan rasa kebanggaan dan
kepuasan pada diri peserta didik. Oleh karenanya tidak heran mengapa saat
bermain game seorang anak akan lebih
betah daripada melakukan aktivitas lainnya. Dunia yang penuh dengan apresiasi
dan dukungan untuk menyelesaikan misi.
Seperti yang kita
ketahui, masa pandemi menjadikan anak terbatas akses untuk berinteraksi
langsung. Pembelajaran daring yang dilakukan secara virtual bermuara pada rasa
jemu dan kehilangan motivasi belajar. Hal ini perlu pemecahan masalah yang
solutif mengingat perkembangan psikoemosional peserta didik saat belajar biasa
didapat sewaktu di sekolah tidak lagi didapatkan. Pentingkah perkembangan
psikoemosional peserta didik?
Seperti yang
disampaikan oleh Mas Menteri Nadiem Makarim di salah satu kanal Youtube bahwa
sangatlah penting psikoemosional bagi peserta didik. Perkembangan
psikoemosional saat belajar biasa didapat dari sosok guru yang dipercaya,
peduli, dan percaya pada kemampuan peserta didik. Salah satu aspek penting pada
psikoemosional peserta didik yakni percaya pada kemampuan anak. Dalam konteks
pembelajaran percaya pada kemampuan anak dapat berupa pemberian feedback apresiasi.
Melalui media Quizizz
dirasa tepat untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan
variatif sesuai dengan dinamika perkembangan teknologi di masa pandemi covid-19. Media tersebut dapat menjadikan
kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan dan menantang jiwa
kompetitif anak sesuai kebutuhan
anak. Sehingga motivasi belajar anak tetap terjaga tanpa harus khawatir dengan risiko
penyebaran virus karena
pembelajaran tetap dilakukan
di rumah.
Dipublikasikan pula di:
https://lingkar.co/quizizz-tingkatkan-motivasi-belajar-tanpa-hilangkan-feedback-apresiatif-untuk-anak/


0 komentar: