Sepotong Kenangan
Ku
taburkan serbuk kenangan kita di kali
Gelis malam
ini,
saya tak bermaksud membuangnya. Hanya menginginkan ia mengalir, dan mencari takdirnya
sendiri. Berenang mengikuti arus, meresapi dinginnya sendiri, dan menyelami kedalaman
diri. Mungkin ia akan lebih bahagia menjadi takdir si pemancing atau pemungut kenangan
yang lain.
Saya
hanya tahu, engkau tak lagi menjadi rumah dimana saya ingin pulang. Rumah yang Nampak merah
jambu, seperti senyumnya yang malu-malu. Rumah tempat melipat jarak, merangkai senyum,
dan terkadang menekuri senja yang hampir pulas di ranjang.


0 komentar: