PLATFORM
Jika hujan tak mampu menikam senja
dengan dinginnya. Ijinkan aku bangun kuil-kuil lentera di bantaran jendela
matamu Er. Karena langit tak lagi mampu menggiring pagi.
Jika awan sengaja menghalangi rona
kilatan di langit malam, ijinkan aku menjadi pawangmu Er. Karena hujan takkan
mampu melunturkanmu.
Siluetmu menaburkan serpihan bercak
pada kanvas senja Er, berkelamut masam dengan sedikit limun rasanya, atau
mungkin aku yang salah mencicipi letak bibir lembayungmu.
Aku tak mengerti Er, megapa ciumanmu
mencantumkan robekan. Yang karenanya aku tak lagi mampu mengigau di kekalutan
dini.
Aku tak berharap kau hadir di senja
atau pagiku. Karena yang kutahu, Er selalu bersanding siang dalam segala.
Terbit:
Irawati,
Arini Septiyan, 2016. Antologi Puisi: Mata Angin Mata Gelombang. TBJT, hlm 33.


0 komentar: