PLATFORM

22.32 Arini S Irawati 0 Comments

Jika hujan tak mampu menikam senja dengan dinginnya. Ijinkan aku bangun kuil-kuil lentera di bantaran jendela matamu Er. Karena langit tak lagi mampu menggiring pagi.

Jika awan sengaja menghalangi rona kilatan di langit malam, ijinkan aku menjadi pawangmu Er. Karena hujan takkan mampu melunturkanmu.

Siluetmu menaburkan serpihan bercak pada kanvas senja Er, berkelamut masam dengan sedikit limun rasanya, atau mungkin aku yang salah mencicipi letak bibir lembayungmu.

Aku tak mengerti Er, megapa ciumanmu mencantumkan robekan. Yang karenanya aku tak lagi mampu mengigau di kekalutan dini.

Aku tak berharap kau hadir di senja atau pagiku. Karena yang kutahu, Er selalu bersanding siang dalam segala.

Terbit:
Irawati,  Arini Septiyan, 2016. Antologi Puisi: Mata Angin Mata Gelombang. TBJT, hlm 33.





You Might Also Like

0 komentar: